Coretan Sebuah Perjalanan

Sunday, March 17, 2019

Penyebab Kantung Jantung Tidak Berkembang yang Perlu Diketahui

No comments :
honestdocs.id


Dalam prosesnya, pada awal kehamilan seluruh bagian tubuh yang berkembang dan diperlukan menjaga kondisi janin akan terbentuk dan tentunya permasalahan pada bagian tersebut dapat terjadi sehingga setiap ibu hamil perlu memberikan perhatian lebih ketika memasuki awal kehamilan. Salah satu bentuk permasalahan yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah kondisi dimana kantung janin tidak berkembang. Berikut beberapa penyebab kantung janin tidak berkembang.
  • Usia Kehamilan Masih Muda
Penyebab kantung janin tidak berkembang yang pertama sebenarnya bukan karena tidak adanya perkembangan namun memang belum dapat terlihat sebagai gejala hamil muda. Kantung janin biasanya dapat dilihat pada usia kehamilan 6 minggu dan beberapa orang dapat lebih cepat dilihat kantung janinnya. Untuk mengetahui adanya kantung janin, dokter kandungan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG.

  • Tidak Hamil
Kantung janin merupakan pertanda utama positifnya kehamilan. Meskipun sudah mengalami adanya gejala hamil pada awal awal kehamilan tetap saja ketika tidak ada kantung janin pada pemeriksaan berulang dengan USG menunjukan bahwa kehamilan tidak terjadi dan kantung maupun janin tidak akan berkembang di dalam rahim ibu hamil.
  • Keguguran
Kondisi keguguran dapat memiliki resiko tinggi terjadi pada awal kehamilan . Pada kondisi keguguran, kematian janin dalam rahim akan terjadi sehingga tidak akan berkembang lagi sesuai dengan usia kehamilan. Tidak adanya perkembangan janin tersebut menjadikan kantung janin lama kelamaan akan hilang sehingga tidak terlihat lagi jika diperiksa menggunakan USG.
  • Kehamilan Ektopik
Kondisi kehamilan yang tidak terjadi di dalam rahim dapat menjadikan tidak terlihatnya kantung janin. Kondisi kehamilan dimana janin tidak berkembang di rahim disebut sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah adalah kondisi dimana pembuahan sel terjadi di bagian luar rahim, biasanya banyak terjadi di tuba falopi pada kasus kasus gangguan kehamilan tersebut.

Kondisi penempelan sel telur yang sudah dibuahi sperma diluar rahim tersebut terjadi karena beberapa faktor. Kerusakan tuba falopi seperti ditemukannya peradangan atau inflamasi menghalangi jalannya sel telur yang sudah dibuahi untuk berjalan menuju rahim dimana tempat implantasi secara normal terjadi. Secara proses sel telur yang sudah dibuahi akan menetap sementara di tuba falopi selama kurang lebih 3 hari dan akan dilepas ke rahim.

Memeriksakan kondisi kehamilan terutama pada awal kehamilan penting untuk mencegah terjadinya kondisi yang berbahaya bagi kehamilan serta menghindari keguguran yang memiliki resiko tinggi di awal kehamilan. Tidak berkembangnya kantung janin menandakan bahwaa tidak ada janin yang berkembang di rahim sehingga lebih mengarah pada kondisi tidak hamil.



Sumber klik disini

Penyebab Selulit pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

No comments :
popmama.com


Selulit dianggap wajar untuk kondisi kehamilan dan semua ibu hamil bisa terkena. Selulit terbentuk dari benjolan pada permukaan kulit sehingga akhirnya membentu kulit seperti kulit jeruk purut. Masalah ini bisa muncul pada paha, bokong, pinggul, perut dan bagian lain. Lalu sebenarnya apa penyebab selulit saat hamil dan perawatannya? 

Penyebab
  • Lemak Berlebih
Pengaruh konsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan ternyata buruk untuk kesehatan kulit. Ibu hamil yang sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa terkena bahaya fast food. Lemak menumpuk pada kulit dan akhirnya menyebabkan selulit.
  • Kelebihan Cairan
Saat hamil biasanya tubuh ibu hamil menyimpan cairan yang lebih banyak. Hal ini ternyata memicu masalah selulit. Awalnya cairan menumpuk pada beberapa bagian tubuh. Kemudian akhirnya menumpuk pada kulit dan mengental bercampur dengan lemak.
  • Hormon Estrogen Meningkat
Selama hamil maka kadar etrogen dalam tubuh ibu meningkat dengan cepat. Hormon ini memberikan dampak pada ligamen dan otot sehingga bagian ini menjadi lemah. Ketika semakin lemah maka cadangan lemak akan menumpuk sampai membuat selulit. 
  • Produksi Hormon Prolaktin
Selama hamil maka tubuh ibu akan memproduksi hormon prolaktin. Hormon ini bisa membantu tubuh ibu menghasilkan ASI sehingga ibu bisa menyusui setelah melahirkan. Selain hormon prolaktin kadar insulin dalam tubuh juga naik turun, dan ini bisa memicu gestational diabetes.
  • Kenaikan Berat Badan
Selama hamil memang tubuh ibu akan mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini juga yang akan menyebabkan selulit akibat lemak yang menumpuk dalam tubuh ibu. Terlebih jika ibu memang sudah gemuk sebelum hamil.
  • Faktor Usia
Ibu hamil yang sudah lebih dari dua kali hamil dan usia yang lebih tua maka selulit bisa terbentuk secara alami. Hal ini paling sering terjadi pada lipatan perut, paha dan sekitarnya. Kondisi ini sudah tidak nyaman untuk kulit karena tingkat elastisitas kulit sudah tidak seperti waktu muda lagi.

Cara Mengatasinya
  1. Batasi konsumsi kalori berlebihan. Setelah melahirkan maka cobalah untuk menurunkan asupan kalori. Ini baik untuk mengembalikan berat badan secara ideal namun tidak menurunkan kualitas ASI.
  2. Konsumsi serat. Serat bisa membantu menurunkan lemak dalam tubuh dengan cara yang sehat. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kesehatan ibu setelah hamil.
  3. Konsumsi daging tanpa lemak dan minyak sehat. Ibu juga memilih konsumsi lemak dari daging tanpa lemak jahat. Kemudian pilih minyak sehat yang baik untuk kulitseperti minyak zaitun, minyak biji bunga matahari dan minyak canola.
  4. Kembali latihan ringan. Biasakan untuk olahraga secara teratur untuk membuat kulit lebih lentur dan ligamen yang sehat. Ibu bisa senam, yoga atau olahraga yang lain.

Itulah faktor penyebab dan cara mengatasi selulit yang terjadi saat hamil. Meskipun biasa terjadi pada ibu hamil dan tidak berbahaya tapi sebagian ibu hamil menganggap ini hal yang mengganggu sehingga memilih untuk menghilangkannya.



Sumber klik disini

Saturday, March 16, 2019

BERAPA USIA YANG IDEAL UNTUK HAMIL? SERTA BATASANNYA

No comments :
hellosehat.com


Berapa Usia yang Ideal?
Pemerintah melalui BKKBN menetapkan bahwa usia ideal minimal untuk bisa hamil adalah pada usia 24 tahun. Sementara usia maksimal untuk hamil adalah 35 tahun. Kurang atau lebih dari usia tersebut sebaiknya tidak dilakukan karena bisa meningkatkan risiko kematian baik ibu maupun janin.
Alasannya
  • Kesiapan Tubuh
Jika pasangan wanita sudah berusia 24 tahun maka sebaiknya setelah menikah segeralah hamil. Hal ini penting untuk mendapatkan kehamilan yang pas saat usia ibu siap. Saat wanita berusia 24 tahun maka sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi paling sehat. Organ tubuh juga masih dalam kondisi cukup fit sehingga bisa menjalani kehamilan yang sehat.
  • Kesiapan Usia
Usia 24 tahun dianggap sebagai usia yang paling ideal karena saat itu nutrisi dalam tubuh ibu siap untuk dibagi dengan janin dalam kandungan. Janin yang tumbuh dalam rahim memang menyerap nutrisi dari ibu melalui plasenta. Sementara jika tubuh ibu masih terlalu muda maka bisa terjadi perebutan nutrisi antara tubuh ibu dan janin. Jadi lebih baik memang hamil di usia yang sudah cukup saja.
  • Kondisi Ekonomi
Pertimbangan ekonomi juga menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan. Jika hamil di usia 24 tahun maka bisa menikah di usia ini. Pasangan pria yang diharapkan juga memiliki usia antara 26-28 tahun. Saat itu pasangan sudah bisa bekerja dan mandiri secara ekonomi. 
  • Pertumbuhan Janin Lebih Sempurna
Ketika usia ibu hamil cukup ideal maka janin bisa tumbuh sempurna. Tapi jika usia ibu terlalu muda maka bisa menyebabkan bahaya untuk ibu dan janin. Menurut penelitian medis usia wanita dibawah 24 tahun ternyata masih mengalami pertumbuhan termasuk sel-sel sehat dalam tubuh. Karena itu jika hamil dibawah usia tersebut maka bisa membuat janin tidak sempurna dan risiko masalah genetik yang cukup tinggi.
  • Minim Risiko Kehamilan
Hamil di usia lebih dari 35 tahun memiliki risiko kehamilan yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena usia ibu sudah tidak cukup baik dan sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi yang menurun. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang bisa memicu preeklampsia, prematur, risiko kerusakan DNA dan masalah cacat bayi.
Itulah usia ideal wanita untuk hamil dan alasannya. Setiap wanita Indonesia hendaknya mengikuti aturan tersebut agar mendapatkan kehamilan dan bayi yang sehat serta ibu selamat.



Sumber klik disini

Friday, March 15, 2019

PENYEBAB ASI KELUAR TAPI TIDAK SEDANG HAMIL

No comments :
orami.co.id


ASI mulai diproduksi oleh kelenjar ASI selama hamil. Sehinga setelah persalinan akan mengeluarkan colostrum. Setelah colostrum keluar maka yang keluar hanya ASI murni. Namun payudara wanita mulai berkembang sejak menstruasi pertama. Setelah itu maka kelenjar ASI akan terbentuk tapi seharusnya tidak menghasilkan ASI sebelum hamil. Karena itu jika keluar ASI tanpa kehamilan maka ini hal yang harus diperhatikan . Berikut ini beberapa penyebab ASI keluar tapi tidak hamil.
  • Pengaruh Obat
Wanita dewasa yang menggunakan beberapa obat tertentu dalam jangka panjang bisa mengalami masalah ini. Pengaruh obat menyebabkan meningkatkan hormon prolaktin, yaitu hormon yang bisa mendorong ASI keluar. Beberapa obat ini seperti:
  • Obat untuk masalah gangguan jiwa
  • Obat anti depressan.
  • Pil KB yang bisa memicu efek samping pil KB
  • Obat untuk penyakit jantung
  • Obat anti nyeri
  • Obat untuk mengendalikan tekanan darah
  • Dan semua jenis obat yang mengandung hormon sintetis.
  • Kondisi Medis Tertentu
Sakit tertentu bisa menyebabkan produksi ASI padahal tidak sedang hamil. Masalah ini sering dialami oleh wanita dewasa atau remaja. Beberapa penyakit ini seperti:
  • Gangguan tiroid.
  • Adanya masalah kesehatan pada ginjal dan liver.
  • Stres atau emosi yang rentan pada wanita dewasa atau remaja.
  • Adanya tumor seperti penyakit hipotalamus.
  • Adanya kerusakan pada jaringan payudara.
  • Masalah hormon tidak seimbang seperti estrogen yang tinggi.
  • Obat Terlarang
Wanita yang menggunakan obat terlarang bisa mengalami masalah ini juga. Beberapa obat yang bisa menyebabkan galaktogen termasuk seperti ganja, kokain, opium, dan obat lain. Bahkan penggunaan obat terlarang dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan gangguan reproduksi.
  • Stimulasi Payudara
Bagi wanita yang belum hamil namun mengalami masalah ini mungkin disebabkan stimulasi pada payudara. Kondisi ini bisa terjadi ketika memeriksa payudara sendiri yang rutin dilakukan sebelum dan setelah menstruasi, kemudian aktifitas seksual bebas dan pakaian yang bergesekan dengan puting payudara.
  • Pengaruh Psikologis
Misalnya pada kasus wanita yang mengadopsi bayi dimana pikiran memiliki keinginan yang besar untuk bisa menyusui bayi. Tubuh secara reflek akan merespon kondisi ini sehingga bisa menghasilkan ASI. Bahkan biasanya dengan pompa alami ASI bisa keluar sendiri.

Cara Diagnosa
  1. Pemeriksaan fisik payudara. Dokter akan melakukan tes ini untuk menemukan kelainan termasuk tumor dan gejala kondisi medis tertentu.
  2. Memeriksa ASI yang keluar. ASI akan diperiksa dilaboratorium untuk melihat apakah ada masalah.
  3. Tes darah. Tes darah diperlukan untuk analisa hormon sesuai kondisi pemicunya.
  4. Tes kehamilan. Kehamilan harus dibuktikan secara medis untuk tahu jika benar-benar tidak hamil.
Perawatannya
Perawatan secara medis bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Kemudian penderita juga harus menjalani gaya hidup sehat dan mengendalikan obat yang sering dikonsumsi. Dokter bisa memberikan obat untuk menurunkan kadar prolaktin seperti Bromocriptine asalkan sesuai kondisi pasien.



Sumber klik disini

Thursday, March 14, 2019

Ciri-Ciri Saluran Tuba Falopi Tersumbat yang Harus Diketahui

No comments :
kasihkabar.com


Menurut wikipedia, saluran tuba falopi adalah dua saluran yang halus yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tersumbatnya saluran tuba falopi menyebabkan sel telur yang dihasilkan oleh ovarium tidak dapat dibuahi oleh sel sperma karena jalur pertemuannya terhambat. Kondisi tuba falopi yang tersumbat harus diketahui agar dapat diatasi secara medis untuk meningkatkan peluang mendapatkan kehamilan. Berikut ciri-ciri saluran tuba falopi tersumbat yang harus diketahui.
  • Kehamilan Terhambat
Tersumbatnya saluran tuba falopi menjadikan sel sperma dan sel telur  tidak dapat bertemu sehingga proses pembuahan sebagai awal dari kehamilan tidak akan terjadi. Banyak wanita yang baru menyadari bahwa saluran tuba falopinya tersumbat setelah mengalami kondisi sulit untuk hamil. Salurang tuba falopi yang terhambat merupakan salah satu faktor penghambat kehamilan untuk wanita.
  • Muncul Rasa Nyeri
Nyeri panggung sebagai ciri saluran tuba falopi yang tersumbat terjadi pada saat masa subuh atau rentang hari kedua belas sampai dengan hari ke delapan belas pada siklus mentruasi wanita. Kondisi rasa nyeri yang muncul tersebut bisa jadi terjadi akibat adanya desakan sel telur yang terhalangi oleh sumbatan dari tuba falopi.
  • Sakit Perut Bagian Bawah
Selain nyeri panggul, sakit pada perut bagian bawah ibu hamil dapat menjadi tanda adanya kondisi saluran tuba yang tersumbat. Sakit perut bagian bawah tersebut juga akan ditandai dengan adanya flek darah pada siklus menstruasi. Sakit yang terjadi pada bagian perut tersebut juga akan berpindah pada bagian punggung pada saat kehamilan.
  • Pusing & Demam
Pusing dan demam sebagai salah satu gejala atau tanda tanda saluran tuba falopi tersebut akan muncul  jika sumbatan pada saluran tuba falopi tersebut disebabkan oleh infeksi. Infeksi yang terjadi pada bagian tubuh manapun memang akan menimbulkan gejala awal demam atau peningkatan suhu tubuh.
  • Sakit Setelah Berhubungan
Gejala selanjutnya adalah rasa sakit yang muncul setelah berhubungan. Kondisi rasa sakit setelah berhubungan tersebut biasanya diawali kondisi yang tidak nyaman pada saat berhubungan intim dengan suami. Rasa tidak nyaman pada saat berhubungan atau rasa sakit setelah berhubungan muncul karena erosi atau perlengketan serviks.
  • Gejala Lainnya
Beberapa kondisi yang dapat menjadi petunjuk bahwa sumbatan saluran tuba falopi tersebut terjadi. Beberapa kondisi yang dimaksud tersebut yakni adanya cairan abnormal yang keluar dari vagina, sering buang air kecil akibat pelengketan saluran tuba falopi, perasaan mual dan muntah yang dipicu oleh infeksi kronik pada panggul, dan munculnya rasa nyeri saat menstruasi atau haid terjadi.

Tanda diatas harus dipahami sebagai kondisi tidak normal pada organ reproduksi wanita yang perlu mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Untuk memastikan apakah memang benar terjadi sumbatan saluran tuba falopi maka ada pemeriksaan secara medis yang akan dilakukan yakni dengan pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi.



Sumber klik disini

Wednesday, March 13, 2019

Gejala Cacingan pada Ibu Menyusui Berdasarkan Penyebabnya

No comments :
kompas.com


Dalam menyusui, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui yakni kesehatan ibu serta kondisi kualitas ASI yang diberikan kepada bayi sehingga manfaat ASI untuk bayi tetap dapat dirasakan. Dalam hal menjaga kesehatan ibu menyusui ada beberapa permasalahan penyakit yang dapat terjadi seperti cacingan. Berikut beberapa ciri ciri cacingan pada ibu menyusui berdasarkan jenis cacingnya.
  • Penyebab Cacing Gelang
Cacing gelang merupakan cacing yang banyak tumbuh pada lingkungan yang kotor dan dapat masuk ke tubuh ibu menyusui karena kondisinya  yang kelelahan dengan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Ciri ciri cacingan pada ibu menyusui akibat infeksi cacing gelang di paru paru diantaranya seperti batuk, napas lebih pendek, demam, adanya darah dari mukus. Sedangkan gejala dari cacing gelang di usus diantaranya seperti diare, mual dan muntah, penurunan berat badan, serta selera makan yang berkurang.

  • Penyebab Cacing Tambang
Cacing tambang merupakan parasit hookworm yang dapat masuk ke tubuh ibu menyusui dalam bentuk larva karena sentuhan langsung pada kotoran. Gejala cacing tambang dapat diketahui melalui kondisi ibu menyusui yang tiba tiba kehilangan nafsu makannya disertai dengan penurunan berat badan, demam, kelelahan yang berlebihan, anemia atau kekurangan sel darah merah, perut nyeri, serta munculnya darah pada saat buang air besar.

  • Penyebab Cacing Kremi
Cacing kremi merupakan cacing yang sangat kecil berbentuk pipih dan sering menginfeksi bagian pencernaan manusia. Gejala cacing kremi seperti kondisi dimana ibu sering merasakan gatal yang cukup kuat pada bagian anus, tidur gelisah karena bagian rektum ibu menyusui yang terasa tidak nyaman, nyeri, ruam, dan infeksi disekitar kulit anus, serta ditemukannya cacing kremi pada feses maupun daerah disekitar anus. 

  • Penyebab Cacing Pita
Beberapa ciri infeksi cacing pita  sakit perut, merasa lemas disertai dengan muntah maupun mual, perubahan selera makan yang diikuti penurunan berat badan, kesulitan tidur, pusing, kejang, dan diare. Cacing pita merupakan parasit tapeworm yang menginfeksi tubuh ibu menyusui akibat mengkonsumsi daging mentah. Cacing pita tidak dapat hidup bebas di alam dan membutuhkan inang untuk kelangsungan hidupnya.

  • Penyebab Cacing Cambuk
Cacing tersebut merupakan kelompok whipworm yang sering terdapat dilingkungan beriklim atau bersuhu hangat serta tidak bersih. Cacing cambuk dapat menempel pada buah yang jatuh ke tanah dan langsung dikonsumsi tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Gejala cacingan akibat cacing cambuk diantaranya seperti diare, mual dan muntah, berat badan yang turun, serta demam maupun pusing.

ciri-ciri cacingan pada ibu menyusui yang menjadi gejala umum adanya cacingan yakni hilangnya nafsu makan disertai penurunan berat badan, mual dan muntah, diare, pusing serta demam, dan gejala spesifik lain sesuai jenis cacingnya. Jika ibu cacingan maka segera lakukan upaya untuk mengatasi cacingan pada ibu menyusui baik secara medis maupun traditional.



Sumber klik disini

Tuesday, March 12, 2019

Cara Mengatasi Rasa Lapar Saat Menyusui yang Ampuh

No comments :
hellosehat.com


Dalam proses menyusui tentu akan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk perubahan kondisi tubuh ibu akibat menyusui. Salah satu keadaan yang dapat terjadi pada ibu menyusui dan menjadi kondisi yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah kondisi sering merasakan rasa lapar berlebih. Berikut beberapa cara mengatasi rasa lapar saat menyusui agar tidak mengganggu proses menyusui.
  • Memahami Penyebabnya

Hal pertama yang perlu diperhatikan  adalah memperhatikan penyebab munculnya kondisi ibu menyusui sering lapar. Ada tiga alasan kenapa ibu menyusui sering merasakan lapar yakni:
  • Stres, mengurus bayi yang baru lahir tentu memberikan beban berat pada pikiran ibu menyusui sehingga dapat menyebabkannya sering mengalami stres. Stres memicu ibu menyusui sering lapar karena meningkatkan kinerja jantung dan otot. Hal ini juga menyebabkan ASI menjadi berkurang.
  • Kurang tidur, kondisi kurang tidur pada ibu menyusui akan sering dialami karena perilaku bayi yang sering terbangun di malam hari . Tubuh ibu menyusui yang kurang tidak dapat meningkatkan jumlah hormon ghrelin. Hormon tersebut dapat memicu munculnya rasa lapar.
  • Kesalahan dalam mengunyah makanan, beberapa ibu menyusui memiliki kebiasaan mengunyah makanan yang terlalu cepat sehingga menyebabkan penyerapan nutrisi menjadi berkurang dan menjadikan ibu menyusui cepat kenyang serta cepat lapar juga.

  • Mengatasi Penyebabnya
Setelah mengetahui penyebabnya maka ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya sesuai penyebab yang ada. Beberapa cara mengatasinya berdasarkan penyebabnya seperti :
  • Menghindari stres dengan cara banyak berelaksasi maupun membagi beban pikiran dengan suami untuk mencegah terjadinya stres sebagai pemicu sering laparnya ibu menyusui.
  • Lekas tidur ketika memang ada waktu untuk tidur agar dapat menghindari kondisi kurang tidur pada ibu menyusui sebagai penyebab aktifnya hormon ghrelin sebagai pemicu munculnya rasa lapar

  • Memenuhi Kebutuhan Nutrisi
Jenis makanan yang dipilih sebaiknya merupakan makanan sehat dengan banyak kandungan nutrisi agar kesehatannya terjaga. Kesehatan ibu menyusui yang terjaga dapat menjadikan tubuhnya lebih nyaman dan tidak mudah merasakan kelelahan. Selain jenis makanan sehat untuk ibu menyusui, cara mengkonsumsi makanan juga harus diperhatikan agar tidak terlalu cepat mengunyah.

  • Pola Makan Teratur
Dengan pola makan yang teratur maka kebutuhan nutrisi ibu menyusui akan terpenuhi dengan baik sehingga tidak akan banyak merasakan lapar. Ibu menyusui sebaiknya tidak menunda-nunda waktu makan jika sudah waktunya. Selain waktunya, pola makan yang tepat bagi ibu menyusui adalah memilih menu makanan ibu menyusui yang bukan hanya mengandung nutrisi tinggi.

Itulah beberapa cara atau tips agar ibu menyusui bisa mengatasi rasa laparnya. Rasa lapat berlebih menjadi salah satu kondisi yang sering dirasakan oleh ibu menyusui dan merupakan keadaan normal. Ibu menyusui yang merasakan lapar sebaiknya segera makan karena lapar bisa jadi merupakan pertanda tubuh membutuhkan asupan nutrisi maupun kalori bagi tubuh ibu agar tetap kuat merawat bayi dan memberikan asi secara langsung.



Sumber klik disini