Coretan Sebuah Perjalanan

Tuesday, March 19, 2019

Penyebab dan Cara Mengatasi Buta Warna pada Anak

No comments :
orami.co.id


Buta warna sebenarnya terjadi sejak lahir dimana kondisi mata tidak bisa mengenali warna dan penyakit ini berlangsung seumur hidup. Penyakit ini dibedakan menjadi buta warna sebagian dimana penderita masih bisa melihat warna tertentu dan buta warna total yang membuat penderita tidak bisa membedakan warna. Kondisi ini masih bisa diatasi dengan adaptasi saat beraktifitas namun kadang menyulitkan. Berikut penjelasan mengenai buta warna pada anak, seperti penyebab, gejala dan cara mengatasi.

Penyebab
  • Kerusakan PIgmen Mata
Penyebab buta warna sendiri berbeda dengan mata juling. Setiap bayi yang lahir memiliki sel syaraf khusus yang memiliki bahan pigmen dimana ini bereaksi saat bertemu cahaya dan warna. Sel pigmen ini memiliki kemampuan untuk deteksi warna biru, hijau dan merah. Jika rusak dan tidak berfungsi dengan baik maka akhirnya terjadi masalah ini.
  • Genetik/Keturunan
Buta warna pada anak sangat terpengaruh oleh masalah genetik dari orang tua seperti pada masalah kelainan kromosom. Jika orang tua menderita buta warna maka pada kasus tertentu gen akan terbawa ke anak dan akhirnya anak terkena  buta warna.
  • Faktor Risiko

  • Menderita penyakit diabetes akibat kondisi gestational diabetes dari ibu hamil.
  • Mengalami kelainan pada mata akibat penyakit glaukoma.
  • Dampak buruk dari penyakit multiple sclerosis.
  • Efek dari obat ibu selama hamil untuk janin seperti obat ethambutol, digoxin, sildenafil dan chloroquine.
  • Terjadi trauma pada kepala sampai merusak sel pigmen misalnya bayi jatuh terlentang.

Gejala Buta Warna Merah & Hijau
  • Jika melihat kuning dan hijau maka yang terlihat justru merah.
  • Jika melihat warna merah, kuning dan oranye maka yang terlihat hijau.
  • Saat melihat warna merah maka yang tampak hitam.
  • Jika melihat merah maka akan terlihat kuning kecoklatan.
  • Saat melihat warna hijau maka justru akan terlihat krem.
Gejala Buta Warna Biru & Kuning
  • Saat melihat warna biru maka akan tampak warna hijau.
  • Tidak bisa jelas membedakan warna merah muda dengan warna merah dan kuning.
  • Saat melihat warna biru juga akan terlihat hijau.
  • Saat melihat warna kuning maka yang tampak warna ungu terang dan abu-abu.
Gejala Buta Warna Total
Anak yang menderita buta warna total maka tidak akan bisa membedakan warna – warna diatas dan biasanya hanya bisa melihat warna abu-abu, hitam dan putih.

Tes Buta Warna
  1. Tes ishihara. Dokter biasanya akan memberikan gambar-gambar dengan beberapa warna dari titik titik. Kemudian pada bagian tengah ada huruf dan angka yang jelas dengan warna yang berbeda. Anak akan diminta untuk mengenali huruf atau angka ini.
  2. Tes dengan menyusun warna. Anak juga bisa diminta untuk menyusun warna sesuai gradasi.
Cara Mengatasinya
Dokter biasanya akan memberikan obat sesuai dengan kondisi buta warna dan penyebabnya. jika karena infeksi maka infeksi itu yang disembuhkan. Tapi jika sudah terpengaruh oleh genetik maka sulit untuk disembuhkan. Orang tua hanya bisa memberikan kebiasaan tentang warna pada anak.



Sumber klik disini

Sunday, March 17, 2019

Penyebab Kantung Jantung Tidak Berkembang yang Perlu Diketahui

No comments :
honestdocs.id


Dalam prosesnya, pada awal kehamilan seluruh bagian tubuh yang berkembang dan diperlukan menjaga kondisi janin akan terbentuk dan tentunya permasalahan pada bagian tersebut dapat terjadi sehingga setiap ibu hamil perlu memberikan perhatian lebih ketika memasuki awal kehamilan. Salah satu bentuk permasalahan yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah kondisi dimana kantung janin tidak berkembang. Berikut beberapa penyebab kantung janin tidak berkembang.
  • Usia Kehamilan Masih Muda
Penyebab kantung janin tidak berkembang yang pertama sebenarnya bukan karena tidak adanya perkembangan namun memang belum dapat terlihat sebagai gejala hamil muda. Kantung janin biasanya dapat dilihat pada usia kehamilan 6 minggu dan beberapa orang dapat lebih cepat dilihat kantung janinnya. Untuk mengetahui adanya kantung janin, dokter kandungan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG.

  • Tidak Hamil
Kantung janin merupakan pertanda utama positifnya kehamilan. Meskipun sudah mengalami adanya gejala hamil pada awal awal kehamilan tetap saja ketika tidak ada kantung janin pada pemeriksaan berulang dengan USG menunjukan bahwa kehamilan tidak terjadi dan kantung maupun janin tidak akan berkembang di dalam rahim ibu hamil.
  • Keguguran
Kondisi keguguran dapat memiliki resiko tinggi terjadi pada awal kehamilan . Pada kondisi keguguran, kematian janin dalam rahim akan terjadi sehingga tidak akan berkembang lagi sesuai dengan usia kehamilan. Tidak adanya perkembangan janin tersebut menjadikan kantung janin lama kelamaan akan hilang sehingga tidak terlihat lagi jika diperiksa menggunakan USG.
  • Kehamilan Ektopik
Kondisi kehamilan yang tidak terjadi di dalam rahim dapat menjadikan tidak terlihatnya kantung janin. Kondisi kehamilan dimana janin tidak berkembang di rahim disebut sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah adalah kondisi dimana pembuahan sel terjadi di bagian luar rahim, biasanya banyak terjadi di tuba falopi pada kasus kasus gangguan kehamilan tersebut.

Kondisi penempelan sel telur yang sudah dibuahi sperma diluar rahim tersebut terjadi karena beberapa faktor. Kerusakan tuba falopi seperti ditemukannya peradangan atau inflamasi menghalangi jalannya sel telur yang sudah dibuahi untuk berjalan menuju rahim dimana tempat implantasi secara normal terjadi. Secara proses sel telur yang sudah dibuahi akan menetap sementara di tuba falopi selama kurang lebih 3 hari dan akan dilepas ke rahim.

Memeriksakan kondisi kehamilan terutama pada awal kehamilan penting untuk mencegah terjadinya kondisi yang berbahaya bagi kehamilan serta menghindari keguguran yang memiliki resiko tinggi di awal kehamilan. Tidak berkembangnya kantung janin menandakan bahwaa tidak ada janin yang berkembang di rahim sehingga lebih mengarah pada kondisi tidak hamil.



Sumber klik disini

Penyebab Selulit pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

No comments :
popmama.com


Selulit dianggap wajar untuk kondisi kehamilan dan semua ibu hamil bisa terkena. Selulit terbentuk dari benjolan pada permukaan kulit sehingga akhirnya membentu kulit seperti kulit jeruk purut. Masalah ini bisa muncul pada paha, bokong, pinggul, perut dan bagian lain. Lalu sebenarnya apa penyebab selulit saat hamil dan perawatannya? 

Penyebab
  • Lemak Berlebih
Pengaruh konsumsi makanan yang mengandung lemak berlebihan ternyata buruk untuk kesehatan kulit. Ibu hamil yang sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa terkena bahaya fast food. Lemak menumpuk pada kulit dan akhirnya menyebabkan selulit.
  • Kelebihan Cairan
Saat hamil biasanya tubuh ibu hamil menyimpan cairan yang lebih banyak. Hal ini ternyata memicu masalah selulit. Awalnya cairan menumpuk pada beberapa bagian tubuh. Kemudian akhirnya menumpuk pada kulit dan mengental bercampur dengan lemak.
  • Hormon Estrogen Meningkat
Selama hamil maka kadar etrogen dalam tubuh ibu meningkat dengan cepat. Hormon ini memberikan dampak pada ligamen dan otot sehingga bagian ini menjadi lemah. Ketika semakin lemah maka cadangan lemak akan menumpuk sampai membuat selulit. 
  • Produksi Hormon Prolaktin
Selama hamil maka tubuh ibu akan memproduksi hormon prolaktin. Hormon ini bisa membantu tubuh ibu menghasilkan ASI sehingga ibu bisa menyusui setelah melahirkan. Selain hormon prolaktin kadar insulin dalam tubuh juga naik turun, dan ini bisa memicu gestational diabetes.
  • Kenaikan Berat Badan
Selama hamil memang tubuh ibu akan mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini juga yang akan menyebabkan selulit akibat lemak yang menumpuk dalam tubuh ibu. Terlebih jika ibu memang sudah gemuk sebelum hamil.
  • Faktor Usia
Ibu hamil yang sudah lebih dari dua kali hamil dan usia yang lebih tua maka selulit bisa terbentuk secara alami. Hal ini paling sering terjadi pada lipatan perut, paha dan sekitarnya. Kondisi ini sudah tidak nyaman untuk kulit karena tingkat elastisitas kulit sudah tidak seperti waktu muda lagi.

Cara Mengatasinya
  1. Batasi konsumsi kalori berlebihan. Setelah melahirkan maka cobalah untuk menurunkan asupan kalori. Ini baik untuk mengembalikan berat badan secara ideal namun tidak menurunkan kualitas ASI.
  2. Konsumsi serat. Serat bisa membantu menurunkan lemak dalam tubuh dengan cara yang sehat. Nutrisi ini penting untuk meningkatkan kesehatan ibu setelah hamil.
  3. Konsumsi daging tanpa lemak dan minyak sehat. Ibu juga memilih konsumsi lemak dari daging tanpa lemak jahat. Kemudian pilih minyak sehat yang baik untuk kulitseperti minyak zaitun, minyak biji bunga matahari dan minyak canola.
  4. Kembali latihan ringan. Biasakan untuk olahraga secara teratur untuk membuat kulit lebih lentur dan ligamen yang sehat. Ibu bisa senam, yoga atau olahraga yang lain.

Itulah faktor penyebab dan cara mengatasi selulit yang terjadi saat hamil. Meskipun biasa terjadi pada ibu hamil dan tidak berbahaya tapi sebagian ibu hamil menganggap ini hal yang mengganggu sehingga memilih untuk menghilangkannya.



Sumber klik disini

Saturday, March 16, 2019

BERAPA USIA YANG IDEAL UNTUK HAMIL? SERTA BATASANNYA

No comments :
hellosehat.com


Berapa Usia yang Ideal?
Pemerintah melalui BKKBN menetapkan bahwa usia ideal minimal untuk bisa hamil adalah pada usia 24 tahun. Sementara usia maksimal untuk hamil adalah 35 tahun. Kurang atau lebih dari usia tersebut sebaiknya tidak dilakukan karena bisa meningkatkan risiko kematian baik ibu maupun janin.
Alasannya
  • Kesiapan Tubuh
Jika pasangan wanita sudah berusia 24 tahun maka sebaiknya setelah menikah segeralah hamil. Hal ini penting untuk mendapatkan kehamilan yang pas saat usia ibu siap. Saat wanita berusia 24 tahun maka sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi paling sehat. Organ tubuh juga masih dalam kondisi cukup fit sehingga bisa menjalani kehamilan yang sehat.
  • Kesiapan Usia
Usia 24 tahun dianggap sebagai usia yang paling ideal karena saat itu nutrisi dalam tubuh ibu siap untuk dibagi dengan janin dalam kandungan. Janin yang tumbuh dalam rahim memang menyerap nutrisi dari ibu melalui plasenta. Sementara jika tubuh ibu masih terlalu muda maka bisa terjadi perebutan nutrisi antara tubuh ibu dan janin. Jadi lebih baik memang hamil di usia yang sudah cukup saja.
  • Kondisi Ekonomi
Pertimbangan ekonomi juga menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan. Jika hamil di usia 24 tahun maka bisa menikah di usia ini. Pasangan pria yang diharapkan juga memiliki usia antara 26-28 tahun. Saat itu pasangan sudah bisa bekerja dan mandiri secara ekonomi. 
  • Pertumbuhan Janin Lebih Sempurna
Ketika usia ibu hamil cukup ideal maka janin bisa tumbuh sempurna. Tapi jika usia ibu terlalu muda maka bisa menyebabkan bahaya untuk ibu dan janin. Menurut penelitian medis usia wanita dibawah 24 tahun ternyata masih mengalami pertumbuhan termasuk sel-sel sehat dalam tubuh. Karena itu jika hamil dibawah usia tersebut maka bisa membuat janin tidak sempurna dan risiko masalah genetik yang cukup tinggi.
  • Minim Risiko Kehamilan
Hamil di usia lebih dari 35 tahun memiliki risiko kehamilan yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena usia ibu sudah tidak cukup baik dan sel-sel dalam tubuh berada dalam kondisi yang menurun. Ada beberapa komplikasi kehamilan yang bisa memicu preeklampsia, prematur, risiko kerusakan DNA dan masalah cacat bayi.
Itulah usia ideal wanita untuk hamil dan alasannya. Setiap wanita Indonesia hendaknya mengikuti aturan tersebut agar mendapatkan kehamilan dan bayi yang sehat serta ibu selamat.



Sumber klik disini

Friday, March 15, 2019

PENYEBAB ASI KELUAR TAPI TIDAK SEDANG HAMIL

No comments :
orami.co.id


ASI mulai diproduksi oleh kelenjar ASI selama hamil. Sehinga setelah persalinan akan mengeluarkan colostrum. Setelah colostrum keluar maka yang keluar hanya ASI murni. Namun payudara wanita mulai berkembang sejak menstruasi pertama. Setelah itu maka kelenjar ASI akan terbentuk tapi seharusnya tidak menghasilkan ASI sebelum hamil. Karena itu jika keluar ASI tanpa kehamilan maka ini hal yang harus diperhatikan . Berikut ini beberapa penyebab ASI keluar tapi tidak hamil.
  • Pengaruh Obat
Wanita dewasa yang menggunakan beberapa obat tertentu dalam jangka panjang bisa mengalami masalah ini. Pengaruh obat menyebabkan meningkatkan hormon prolaktin, yaitu hormon yang bisa mendorong ASI keluar. Beberapa obat ini seperti:
  • Obat untuk masalah gangguan jiwa
  • Obat anti depressan.
  • Pil KB yang bisa memicu efek samping pil KB
  • Obat untuk penyakit jantung
  • Obat anti nyeri
  • Obat untuk mengendalikan tekanan darah
  • Dan semua jenis obat yang mengandung hormon sintetis.
  • Kondisi Medis Tertentu
Sakit tertentu bisa menyebabkan produksi ASI padahal tidak sedang hamil. Masalah ini sering dialami oleh wanita dewasa atau remaja. Beberapa penyakit ini seperti:
  • Gangguan tiroid.
  • Adanya masalah kesehatan pada ginjal dan liver.
  • Stres atau emosi yang rentan pada wanita dewasa atau remaja.
  • Adanya tumor seperti penyakit hipotalamus.
  • Adanya kerusakan pada jaringan payudara.
  • Masalah hormon tidak seimbang seperti estrogen yang tinggi.
  • Obat Terlarang
Wanita yang menggunakan obat terlarang bisa mengalami masalah ini juga. Beberapa obat yang bisa menyebabkan galaktogen termasuk seperti ganja, kokain, opium, dan obat lain. Bahkan penggunaan obat terlarang dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan gangguan reproduksi.
  • Stimulasi Payudara
Bagi wanita yang belum hamil namun mengalami masalah ini mungkin disebabkan stimulasi pada payudara. Kondisi ini bisa terjadi ketika memeriksa payudara sendiri yang rutin dilakukan sebelum dan setelah menstruasi, kemudian aktifitas seksual bebas dan pakaian yang bergesekan dengan puting payudara.
  • Pengaruh Psikologis
Misalnya pada kasus wanita yang mengadopsi bayi dimana pikiran memiliki keinginan yang besar untuk bisa menyusui bayi. Tubuh secara reflek akan merespon kondisi ini sehingga bisa menghasilkan ASI. Bahkan biasanya dengan pompa alami ASI bisa keluar sendiri.

Cara Diagnosa
  1. Pemeriksaan fisik payudara. Dokter akan melakukan tes ini untuk menemukan kelainan termasuk tumor dan gejala kondisi medis tertentu.
  2. Memeriksa ASI yang keluar. ASI akan diperiksa dilaboratorium untuk melihat apakah ada masalah.
  3. Tes darah. Tes darah diperlukan untuk analisa hormon sesuai kondisi pemicunya.
  4. Tes kehamilan. Kehamilan harus dibuktikan secara medis untuk tahu jika benar-benar tidak hamil.
Perawatannya
Perawatan secara medis bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Kemudian penderita juga harus menjalani gaya hidup sehat dan mengendalikan obat yang sering dikonsumsi. Dokter bisa memberikan obat untuk menurunkan kadar prolaktin seperti Bromocriptine asalkan sesuai kondisi pasien.



Sumber klik disini

Thursday, March 14, 2019

Ciri-Ciri Saluran Tuba Falopi Tersumbat yang Harus Diketahui

No comments :
kasihkabar.com


Menurut wikipedia, saluran tuba falopi adalah dua saluran yang halus yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tersumbatnya saluran tuba falopi menyebabkan sel telur yang dihasilkan oleh ovarium tidak dapat dibuahi oleh sel sperma karena jalur pertemuannya terhambat. Kondisi tuba falopi yang tersumbat harus diketahui agar dapat diatasi secara medis untuk meningkatkan peluang mendapatkan kehamilan. Berikut ciri-ciri saluran tuba falopi tersumbat yang harus diketahui.
  • Kehamilan Terhambat
Tersumbatnya saluran tuba falopi menjadikan sel sperma dan sel telur  tidak dapat bertemu sehingga proses pembuahan sebagai awal dari kehamilan tidak akan terjadi. Banyak wanita yang baru menyadari bahwa saluran tuba falopinya tersumbat setelah mengalami kondisi sulit untuk hamil. Salurang tuba falopi yang terhambat merupakan salah satu faktor penghambat kehamilan untuk wanita.
  • Muncul Rasa Nyeri
Nyeri panggung sebagai ciri saluran tuba falopi yang tersumbat terjadi pada saat masa subuh atau rentang hari kedua belas sampai dengan hari ke delapan belas pada siklus mentruasi wanita. Kondisi rasa nyeri yang muncul tersebut bisa jadi terjadi akibat adanya desakan sel telur yang terhalangi oleh sumbatan dari tuba falopi.
  • Sakit Perut Bagian Bawah
Selain nyeri panggul, sakit pada perut bagian bawah ibu hamil dapat menjadi tanda adanya kondisi saluran tuba yang tersumbat. Sakit perut bagian bawah tersebut juga akan ditandai dengan adanya flek darah pada siklus menstruasi. Sakit yang terjadi pada bagian perut tersebut juga akan berpindah pada bagian punggung pada saat kehamilan.
  • Pusing & Demam
Pusing dan demam sebagai salah satu gejala atau tanda tanda saluran tuba falopi tersebut akan muncul  jika sumbatan pada saluran tuba falopi tersebut disebabkan oleh infeksi. Infeksi yang terjadi pada bagian tubuh manapun memang akan menimbulkan gejala awal demam atau peningkatan suhu tubuh.
  • Sakit Setelah Berhubungan
Gejala selanjutnya adalah rasa sakit yang muncul setelah berhubungan. Kondisi rasa sakit setelah berhubungan tersebut biasanya diawali kondisi yang tidak nyaman pada saat berhubungan intim dengan suami. Rasa tidak nyaman pada saat berhubungan atau rasa sakit setelah berhubungan muncul karena erosi atau perlengketan serviks.
  • Gejala Lainnya
Beberapa kondisi yang dapat menjadi petunjuk bahwa sumbatan saluran tuba falopi tersebut terjadi. Beberapa kondisi yang dimaksud tersebut yakni adanya cairan abnormal yang keluar dari vagina, sering buang air kecil akibat pelengketan saluran tuba falopi, perasaan mual dan muntah yang dipicu oleh infeksi kronik pada panggul, dan munculnya rasa nyeri saat menstruasi atau haid terjadi.

Tanda diatas harus dipahami sebagai kondisi tidak normal pada organ reproduksi wanita yang perlu mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Untuk memastikan apakah memang benar terjadi sumbatan saluran tuba falopi maka ada pemeriksaan secara medis yang akan dilakukan yakni dengan pemeriksaan HSG atau histerosalpingografi.



Sumber klik disini

Wednesday, March 13, 2019

Gejala Cacingan pada Ibu Menyusui Berdasarkan Penyebabnya

No comments :
kompas.com


Dalam menyusui, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui yakni kesehatan ibu serta kondisi kualitas ASI yang diberikan kepada bayi sehingga manfaat ASI untuk bayi tetap dapat dirasakan. Dalam hal menjaga kesehatan ibu menyusui ada beberapa permasalahan penyakit yang dapat terjadi seperti cacingan. Berikut beberapa ciri ciri cacingan pada ibu menyusui berdasarkan jenis cacingnya.
  • Penyebab Cacing Gelang
Cacing gelang merupakan cacing yang banyak tumbuh pada lingkungan yang kotor dan dapat masuk ke tubuh ibu menyusui karena kondisinya  yang kelelahan dengan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Ciri ciri cacingan pada ibu menyusui akibat infeksi cacing gelang di paru paru diantaranya seperti batuk, napas lebih pendek, demam, adanya darah dari mukus. Sedangkan gejala dari cacing gelang di usus diantaranya seperti diare, mual dan muntah, penurunan berat badan, serta selera makan yang berkurang.

  • Penyebab Cacing Tambang
Cacing tambang merupakan parasit hookworm yang dapat masuk ke tubuh ibu menyusui dalam bentuk larva karena sentuhan langsung pada kotoran. Gejala cacing tambang dapat diketahui melalui kondisi ibu menyusui yang tiba tiba kehilangan nafsu makannya disertai dengan penurunan berat badan, demam, kelelahan yang berlebihan, anemia atau kekurangan sel darah merah, perut nyeri, serta munculnya darah pada saat buang air besar.

  • Penyebab Cacing Kremi
Cacing kremi merupakan cacing yang sangat kecil berbentuk pipih dan sering menginfeksi bagian pencernaan manusia. Gejala cacing kremi seperti kondisi dimana ibu sering merasakan gatal yang cukup kuat pada bagian anus, tidur gelisah karena bagian rektum ibu menyusui yang terasa tidak nyaman, nyeri, ruam, dan infeksi disekitar kulit anus, serta ditemukannya cacing kremi pada feses maupun daerah disekitar anus. 

  • Penyebab Cacing Pita
Beberapa ciri infeksi cacing pita  sakit perut, merasa lemas disertai dengan muntah maupun mual, perubahan selera makan yang diikuti penurunan berat badan, kesulitan tidur, pusing, kejang, dan diare. Cacing pita merupakan parasit tapeworm yang menginfeksi tubuh ibu menyusui akibat mengkonsumsi daging mentah. Cacing pita tidak dapat hidup bebas di alam dan membutuhkan inang untuk kelangsungan hidupnya.

  • Penyebab Cacing Cambuk
Cacing tersebut merupakan kelompok whipworm yang sering terdapat dilingkungan beriklim atau bersuhu hangat serta tidak bersih. Cacing cambuk dapat menempel pada buah yang jatuh ke tanah dan langsung dikonsumsi tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Gejala cacingan akibat cacing cambuk diantaranya seperti diare, mual dan muntah, berat badan yang turun, serta demam maupun pusing.

ciri-ciri cacingan pada ibu menyusui yang menjadi gejala umum adanya cacingan yakni hilangnya nafsu makan disertai penurunan berat badan, mual dan muntah, diare, pusing serta demam, dan gejala spesifik lain sesuai jenis cacingnya. Jika ibu cacingan maka segera lakukan upaya untuk mengatasi cacingan pada ibu menyusui baik secara medis maupun traditional.



Sumber klik disini