Sunday, April 9, 2017

Menguak Secuil Kisah BENTENG VAN DEN BOSCH

No comments :



Bangunan berbentuk benteng peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini di bangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda di tahun 1836-1845 dengan nama Fort Van Den Bosch. Lokasi tepatnya terletak pada jalur pertemuan Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Tujuan di bangunnya benteng ini selain untuk pertahanan untuk pasca perang Diponegoro waktu itu( 1825-1830). juga sebagai arus perdagangan lalu lintas yang strategis karena adanya sungai bengawan Solo dan sungai Madiun yang terhubung sehingga kerap kali perahu-perahu yang membawa hasil bumi seperti rempah-rempah, palawija, dan lain-lain berlayar melewati sungai itu.
               Dalam benteng ini juga terdapat sebuah makam K.H. Muhammad Nursalim,  beliau adalah salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang meneruskan perjuanganya yang di tangkap paksa oleh Belanda dan di sekap di benteng ini. Beliau di kubur hidup-hidup oleh Belanda karena kesaktiannya yang cukup tinggi yaitu tidak mempan di tembak. Konon, beliau juga lah yang menyebarkan agama Islam pertama di Ngawi. 
              Areanya kurang lebih 15 hektar. Di benteng ini juga di kelilingi oleh kolam atau parit, di kelilingi pula oleh tanggul, dulu tanggulnya tingginya hampir sama dengan tinggi bangunan . namun, sekarang sudah merendah . dulu jalur pintu masuk sini cuman dari jembatan di gerbang utama yang merupakan satu satunya jalan masuk. Untuk bangunan atapnya memang tidak pakai genting karena saat itu di bangun menggunakan dapt tekel . dan sudah roboh karena usianya 169 tahun. 
            Konon dulunya ada 2 sumur untuk tempat pembuangan mayat . namun, yang masih tampak sekarang hanya ada satu sumur , karena yang satu sudah tenggelam di tanah . sumur nya yang sudah ditumbuhi rumput. Benteng ini sering digunakan untuk foto pre wedding  dan untuk foto foto model . biasanya hunting di depan perumahan jemndral van Den Bosch , depan Kantor pemerintahanya, dan di akar –akar yang membwentuk kreativitas foto yang indah di bagian tepi-tepi benteng.
            Beberapa tahun yang lalu benteng ini resmi dibuka untuk wisata umum. Benteng ini dikelola oleh Yon Armed 12 Ngawi. Biasanya juga sudah ada petugas kebersihan. Tiket masuk pun masih sangat murah dan terjangkau. Pengunjung ramai saat momen libur dan hari minggu.
          Setelah menguak secuil kisah Benteng Van Den Bosch diatas, maka dapat kita simpulkan bahawa benteng ini merupakan benteng yang unik, karena selain mengandung nilai histori sejarah yang begitu memukau, juga termasuk bangunan yang special  karena lokasinya yang terpendam sehingga dinamai Benteng Pendem.



No comments :

Post a Comment