9 Ciri Keputihan Saat Kehamilan

Ciri-Ciri Keputihan Saat Kehamilan
sumber gambar: sehatq.com
Ciri-Ciri Keputihan Saat Kehamilan, Sebenarnya gejala keputihan saat kehamilan dengan menjelang haid tidak memberikan perbedaan siginifikan. Hanya saja, terdapat tanda lain yang mengikuti seperti berikut ini:

Pertama, Warna Lendir Lebih Keruh
Ada sedikit perbedaan yang nampak dari keputihan kehamilan dengan menjelang menstruasi. Keputihan saat hamil, biasanya warna lendir lebih keruh, putih seperti susu. Sedangkan keputihan menjelang haid cenderung lebih bening. 

Kedua, Frekuensi Meningkat (Dapat Terjadi Dari Awal Hingga Menjelang Persalinan)
Saat hamil, produksi hormon estrogen meningkat. Hal inilah yang kemudian merangsang keluarnya keputihan berlebihan. Selain itu, perkembangan jamur Candida sp yang berlebihan di daerah vagina juga menjadi pemicu keputihan. Keputihan saat hamil dapat terjadi di awal kehamilan hingga menjelang persalinan. Hal ini membuat kondisi vagina lebih lembab.

Ketiga, Kram Perut Tidak Sesakit Ketika Menstruasi
Tanda lain yang mengikuti saat hamil adalah kram perut. Kondisi ini dikarenakan adanya perlekatan embrio pada rahim sehingga muncullah rasa nyeri. Namun demikian, rasa nyeri saat hamil tidak sesakit saat PMS (menjelang haid). Rasa nyeri ini hanya di satu bagian saja. Bisa dikatakan seperti sakitnya kulit yang dicubit.

Keempat, Disertai Pendarahan
Keputihan yang muncul saat hamil terkadang juga disertai pendarahan. Kondisi ini terjadi tatkala sel telur mengalami pembuahan. Pembuluh darah di dalam rahim dirusak oleh trofoblas sehingga menyebabkan darah keluar dari vagina. Umumnya darah tersebut hanya berupa flek berwarna coklat, terkadang merah muda. Volumenya sedikit. Berbeda dengan darah haid yang volumenya banyak. 

Kelima, Disertai Nyeri Payudara (Lebih sakit dari saat PMS)
Ketika masa kehamilan, wanita juga akan mengalami nyeri payudara sama halnya dengan saat PMS. Namun rasa nyeri ini lebih sakit dibandingkan saat haid. Selain itu, payudara juga lebih sensitif, tampak membesar dan warna aerola juga lebih menggelap.

Keenam, Ngidam sekaligus Mual
Hampir sama dengan tanda menjelang haid, wanita hamil juga mengalami peningkatan nafsu makan. Biasanya cenderung ngidam makanan tertentu, seperti mangga atau rujak. Namun demikian, terkadang nafsu makan juga bisa menurun begitu saja dikarenakan munculnya gejala mual. Wanita akan memiliki indra penciuman lebih sensitif. Sehingga saat mencium sesuatu akan mudah mual. Bahkan tak sedikit yang mengalami muntah setiap menelan makanan, sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Kondisi ini dipengaruhi perubahan hormonal tubuh. 

Ketujuh, Disertai Gejala Sering Buang Air kecil
Jika wanita haid mudah merasa haus, berbeda dengan saat hamil. Umumnya wanita hamil cenderung sering buang air kecil. Hal ini dikarenakan peningkatan hormon progesteron, volume darah yang meningkat, dan adanya tekanan pada kandung kemih yang disebabkan oleh rahim membesar. Kondisi ini wajar. Namun juga bisa memicu dehidrasi. Sehingga disarankan ibu hamil untuk meningkatkan konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.

Kedelapan, Disertai Gejala Sakit Kepala
Gejala lain dari kehamilan yakni adanya sakit kepala atau pusing. Kondisi ini disebabkan adanya perubahan hormonal pada tubuh. Berbeda dengan saat haid, biasanya wanita hanya mengalami nyeri perut dan pegal-pegal di punggung.

Kesembilan, Keterlambatan Haid
Satu hal yang pasti, saat wanita mengalami kehamilan maka siklus haid akan tertunda. Jadi apabila Anda menderita keputihan namun tidak juga haid, maka cobalah melakukan pemeriksaan dengan test pack atau langsung ke dokter kandungan.