7 Penyebab Pembukaan Lama Saat Melahirkan yang Sering Terjadi

merdeka.com


Salah satu tujuan penting ibu adalah bisa melahirkan secara normal tanpa hambatan. Meskipun sebenarnya ibu takut membayangkan persalinan normal yang menyakitkan. Sebelum ibu bisa melahirkan secara normal, ibu harus melewati proses kontraksi yang membuat serviks mengalami pembukaan. Dibutuhkan pembukaan yang sempurna sampai kepala bayi dan tubuhnya bisa melewati jalan lahir. Namun terkadang proses ini lama dan menyakitkan. Berikut adalah beberapa penyebab pembukaan lama saat melahirkan normal.

  • Rongga Panggul yang Sempit
Salah satu masalah yang membuat ibu menghabiskan banyak waktu untuk melahirkan normal adalah rongga panggul ibu yang sempit. Sebelumnya bayi harus melewati rongga panggul sebelum dilahirkan normal. Adanya masalah ini dideteksi dengan pemeriksaan Cephalo Pelvic Disproportion sehingga dokter bisa tahu rongga panggul ibu. Jika memang sempit maka lebih baik melahirkan secara caesar.
  • Ukuran Bayi yang Besar
Jika ibu melahirkan bayi dengan berat lebih dari 3.5 kg maka dipastikan persalinan akan lama karena ukuran janin yang besar biasanya tidak bisa melewati jalan lahir dengan normal. Namun ketika sudah mengalami pembukaan sempurna maka dokter biasanya melakukan indikasi episiotomi untuk membantu kepala bayi bisa melewati jalan lahir. Namun ini berisiko macet pada bagian tubuh bayi sehingga meningkatkan risiko cedera lahir pada bayi.


  • Riwayat Bedah Serviks


Ibu yang pernah mengalami riwayat bedah serviks bisa mengalami kondisi ini karena proses pembukaan menjadi lebih sulit dan kondisi ibu mengalami trauma. Untuk mengatasinya biasanya ibu mendapatkan rangsangan alami dari pasangan. Misalnya dengan memberi sentuhan, usapan, dukungan pada punggung dan membuat pasangan lebih tenang.
  • Pengaruh Posisi Bayi

Bayi yang akan melewati jalan lahir seharusnya memiliki arah kepala ke bawah sehingga bisa melewati serviks dengan sempurna. Posisi bayi ini sudah bisa terdeteksi saat akhir kehamilan. Jika terjadi masalah pada posisi maka biasanya membuat ibu tidak bisa melahirkan normal. Salah satunya adalah kondisi bayi sungsang dengan beberapa bentuk posisi yang berbeda.
  • Plasenta Previa
Ibu hamil yang menderita plasenta previa bisa mengalami pembukaan yang lama karena plasenta yang seharusnya lahir setelah bayi keluar justru menghalangi jalan lahir dalam artian posisi plasenta ada di bawah tubuh bayi. Kondisi ini biasanya sudah mulai terdeteksi ketika kehamilan masuk usia 28 minggu. Kehamilan dengan masalah ini rentan dengan masalah pendarahan sehingga ibu hamil perlu mendapatkan pengawasan dokter.
  • Melahirkan Bayi Kembar
Ibu hamil yang melahirkan bayi kembar sangat rentan dengan masalah ini. Ketika rahim mengembang terlalu besar sehingga menghambat proses kontraksi alami. Kemudian akhirnya proses persalinan kembar bisa menyebabkan risiko lain termasuk pendarahan dan masalah lain. Karena itu lebih baik persalinan dilakukan secara caesar atau sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Gangguan Hormon Persalinan
Ibu hamil yang sudah mengalami kontraksi lama dan serviks tidak membuka dengan lancar biasanya merasa lebih lelah dan stres. Kedua masalah ini ternyata bisa menyebabkan gangguan hormon persalinan sehingga sangat berbahaya untuk ibu dan janin. Sementara itu stres menghambat hormon oksitosin dimana hormon ini bisa membuat serviks membuka lebih cepat. 

Itulah beberapa penyebab pembukaan lama saat akan melahirkan normal. Ada baiknya sebelum persalinan, bunda sudah konsultasi dengan dokter kandungan tentang bagaimana proses melahirkan yang akan dilakukan serta selalu mengecek kondisi janin.



Sumber klik disini