Penyebab dan Cara Mengatasi Buta Warna pada Anak

orami.co.id


Buta warna sebenarnya terjadi sejak lahir dimana kondisi mata tidak bisa mengenali warna dan penyakit ini berlangsung seumur hidup. Penyakit ini dibedakan menjadi buta warna sebagian dimana penderita masih bisa melihat warna tertentu dan buta warna total yang membuat penderita tidak bisa membedakan warna. Kondisi ini masih bisa diatasi dengan adaptasi saat beraktifitas namun kadang menyulitkan. Berikut penjelasan mengenai buta warna pada anak, seperti penyebab, gejala dan cara mengatasi.

Penyebab
  • Kerusakan PIgmen Mata
Penyebab buta warna sendiri berbeda dengan mata juling. Setiap bayi yang lahir memiliki sel syaraf khusus yang memiliki bahan pigmen dimana ini bereaksi saat bertemu cahaya dan warna. Sel pigmen ini memiliki kemampuan untuk deteksi warna biru, hijau dan merah. Jika rusak dan tidak berfungsi dengan baik maka akhirnya terjadi masalah ini.
  • Genetik/Keturunan
Buta warna pada anak sangat terpengaruh oleh masalah genetik dari orang tua seperti pada masalah kelainan kromosom. Jika orang tua menderita buta warna maka pada kasus tertentu gen akan terbawa ke anak dan akhirnya anak terkena  buta warna.
  • Faktor Risiko

  • Menderita penyakit diabetes akibat kondisi gestational diabetes dari ibu hamil.
  • Mengalami kelainan pada mata akibat penyakit glaukoma.
  • Dampak buruk dari penyakit multiple sclerosis.
  • Efek dari obat ibu selama hamil untuk janin seperti obat ethambutol, digoxin, sildenafil dan chloroquine.
  • Terjadi trauma pada kepala sampai merusak sel pigmen misalnya bayi jatuh terlentang.

Gejala Buta Warna Merah & Hijau
  • Jika melihat kuning dan hijau maka yang terlihat justru merah.
  • Jika melihat warna merah, kuning dan oranye maka yang terlihat hijau.
  • Saat melihat warna merah maka yang tampak hitam.
  • Jika melihat merah maka akan terlihat kuning kecoklatan.
  • Saat melihat warna hijau maka justru akan terlihat krem.
Gejala Buta Warna Biru & Kuning
  • Saat melihat warna biru maka akan tampak warna hijau.
  • Tidak bisa jelas membedakan warna merah muda dengan warna merah dan kuning.
  • Saat melihat warna biru juga akan terlihat hijau.
  • Saat melihat warna kuning maka yang tampak warna ungu terang dan abu-abu.
Gejala Buta Warna Total
Anak yang menderita buta warna total maka tidak akan bisa membedakan warna – warna diatas dan biasanya hanya bisa melihat warna abu-abu, hitam dan putih.

Tes Buta Warna
  1. Tes ishihara. Dokter biasanya akan memberikan gambar-gambar dengan beberapa warna dari titik titik. Kemudian pada bagian tengah ada huruf dan angka yang jelas dengan warna yang berbeda. Anak akan diminta untuk mengenali huruf atau angka ini.
  2. Tes dengan menyusun warna. Anak juga bisa diminta untuk menyusun warna sesuai gradasi.
Cara Mengatasinya
Dokter biasanya akan memberikan obat sesuai dengan kondisi buta warna dan penyebabnya. jika karena infeksi maka infeksi itu yang disembuhkan. Tapi jika sudah terpengaruh oleh genetik maka sulit untuk disembuhkan. Orang tua hanya bisa memberikan kebiasaan tentang warna pada anak.



Sumber klik disini