Risiko dan Manfaat Transfusi Darah Sebelum Melahirkan

hellosehat.com



Proses untuk memberikan transfusi darah untuk ibu sebelum melahirkan harus dilakukan dengan hati-hati. Proses ini dilakukan sesuai dengan kondisi kebutuhan ibu termasuk jenis golongan darah, volume darah dan tipe darah.
Setelah dipastikan sesuai dengan gangguan yang terjadi menjelang persalinan maka tabung kecil dimasukkan melewati pembuluh darah pada bagian tangan. Akhirnya darah yang berasal dari pendonor akan masuk ke dalam tubuh ibu. Satu kantung darah biasanya membutuhkan waktu sampai tiga jam, namun bisa dirubah sesuai dengan kondisi darurat ibu.
Setelah proses selesai maka sampel darah ibu akan diambil lagi dan dicek dengan kondisi Hb. Jika Hb sudah memenuhi untuk persalinan maka transfusi darah sudah cukup, jika belum maka dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan proses lagi. Setelah proses ini ibu harus menjalani perawatan untuk dipantau efek sampingnya.
Manfaat
Pada dasarnya manfaat utama melakukan transfusi darah adalah untuk mengatasi situasi darurat sesuai dengan kondisi ibu. Hal ini bisa bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan seperti:
  1. Adanya darah rendah yang bisa memicu bahaya anemia pada ibu saat persalinan dan setelah proses persalinan.
  2. HB ibu turun dengan cepat karena masalah penyakit tertentu atau adanya pendarahan sebelum persalinan.
  3. Mencegah ibu dari bahaya pendarahan setelah persalinan akibat kehilangan banyak darah atau melakukan persalinan prematur.
  4. Pendarahan akibat kecelakaan. Ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat kecelakaan bisa yang menyebabkan ibu kehilangan banyak darah sehingga berbahaya selama proses persalinan dan setelah persalinan.
Risiko
Untuk mencegah adanya tanda bahaya persalinan setelah menerima transfusi darah maka dokter mengawasi efek samping yang bisa muncul. Beberapa efek samping yang kurang wajar seperti sakit kepala, mual, muntah, sulit bernafas dan tekanan darah yang menurun drastis. Karena itu dokter mengawasi kondisi ini untuk mencegah bahaya lanjutan yang bisa terjadi.
Pertimbangan
Untuk bisa mendapatkan transfusi darah yang aman maka memang ada beberapa pertimbangan khusus, seperti:
  1. Aman atau tidak?
Pertimbangan ini karena mungkin saja darah tidak berasal dari keluarga sendiri dan mungkin takut dengan infeksi penyakit. Namun sebaiknya ibu tidak perlu takut berlebihan. Rumah sakit atau PMI sudah memastikan darah aman untuk penerima. Lebih baik menerima transfusi daripada pendarahan setelah melahirkan gagal dilakukan.
  1. Pemeriksaan ulang tipe darah
Dokter pasti memeriksa ulang tipe darah ibu, meskipun ibu sudah tahu sejak kecil. Pemeriksaan ulang ini dilakukan untuk mengatasi adanya keleliruan yang bisa menyebabkan efek samping berbahaya untuk ibu dan janin. Kemudian pemeriksaan darah juga dilakukan dengan pemeriksaan rhesus darah.
Biaya
Pada dasarnya biaya transfusi darah setiap rumah sakit memang sangat berbeda. Jika ibu harus mendapatkan tranfusi darah maka pastikan untuk memastikan biaya yang dibutuhkan sebelum proses dilakukan. Biaya yang paling umum sesuai rumah sakit adalah antara 400-600 ribu.
Begitu keterangan tentang transfusi darah sebelum melahirkan seperti prosedur, manfaat, risiko dan biaya. Proses ini harus dipastikan sehingga ibu yang akan mendapatkan transfusi harus bertanya mengenai proses ini ke dokter kandungan yang menangani ibu secara langsung.



Sumber klik disini