Ternyata Kehamilan Seperti Bisa Berbahaya Bagi Ibu Hamil!!!

panduankehamilanibu.blogspot.com



Kehamilan merupakan proses yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita. Hampir semua wanita menginginkan terjadinya kehamilan pasca pernikahan sebagai salah satu tujuan hidup untuk menyempurnakan perannya. Dalam menghadapai kehamilan, ibu hamil tentu berharap ada proses yang terjadi selama kurang lebih 40 minggu tersebut dapat berlangsung dengan normal dan berjalan baik tanpa adanya kondisi yang mengarah pada gangguan kehamilan.

  1. Fisik ibu hamil yang beresiko
Contoh Kehamilan resiko tinggi yang pertama dilihat dari kondisi fisik pada ibu hamil. Keadaan fisik yang ada pada ibu hamil sebelum hamil dan pada saat hamil menentukan seberapa besar resiko yang ditanggungnya dibandingkan dengan wanita lain yang memiliki kondisi fisik yang lebih ideal.
  • Tinggi badan ibu hamil yang kurang dari 140 cm, tinggi badan yang kurang dapat menyebabkan resiko bayi lahir dengan berat yang kecil dan mempersulit persalinan.
  • Berat badan ibu hamil yang kurang dari 45 kg, berat badan ibu hamil yang terlalu ringan dapat menyebabkan berat bayi lahir pun juga berada di bawah rata rata seharusnya.
  • Berat badan berlebihan atau mengalami obesitas, ibu hamil yang obesitas beresiko menyebabkan preeklampsia, gestational diabetes, hingga menyulitkan persalinan pada akhir kehamilan dan menjadikan tubuh ibu sulit untuk dibuat beraktivitas.
  1. Usia yang tidak ideal
Kehamilan beresiko selanjutnya terjadi pada wanita yang memiliki usia tidak ideal untuk hamil. Wanita dengan usia dibawah umur yang hamil memang dapat terjadi meskipun kondisi organ reproduksinya belum cukup kuat namun keadaan tersebut beresiko baik selama masa kehamilan maupun pasca melahirkan. Selain kondisi fisik reproduksi yang belum sempurna, psikis wanita dibawah umur dewasa (kurang dari 16 tahun) juga riskan untuk menghadapi kehamilan.
Selain usia muda, wanita dengan usia diatas 45 tahun memiliki kondisi yang beresiko tinggi jika hamil. Ibu hamil dengan usia diatas 45 tahun memiliki resiko tinggi terjadinya kelainan genetika pada janin, kesulitan dalam persalinan, serta kondisi fisik yang tentunya sudah tidak prima lagi dalam menghadapi berbagai macam bentuk gejala kehamilan yang terjadi.
  1. Riwayat gaya hidup tidak sehat
Gaya hidup tidak sehat yang dijalani seorang wanita sebelum hamil seperti aktif merokok dan sering mengkonsumsi minuman keras dapat menyebabkan resiko terjadinya gangguan kehamilan menjadi lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak memiliki riwayat tersebut.
Konsumsi alkohol sebelum maupun selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya fetal alcohol syndrome, gejala retardasi mental, kelainan jantung, gangguan tumbuh kembang anak atau bayi, serta disfungsi sistem saraf pada bayi. Sedangkan wanita merokok dapat meningkatkan resiko kondisi kelainan bawaan yang terjadi sejak janin berada di kandungan, gangguan pada plasenta ibu hamil, angka kejadian yang tinggi prematur, berat lahir bayi yang lebih rendah dari rata rata bobot umum kelahiran yang normal, serta meningkatkan angka kejadian abortus atau keguguran spontan.
Jika seorang ibu hamil memiliki kondisi yang disebutkan diatas, maka sebaiknya melakukan konsultasi dan menceritakan keadaannya secara detail kepada dokter kandungan maupun tenaga medis yang menangani. Dengan konsultasi maka akan ada upaya penanganan khusus untuk mencegah terjadinya resiko pada kehamilan.



Sumber klik disini