BAHAYA!!! Ini Kehamilan Patologis Berbahaya yang Harus Diwaspadai!!!






Patologis kehamilan merupakan keadaan penyakit dan gejalanya yang dapat menjadi kondisi penghalang atau komplikasi yang menyertai tubuh ibu hamil. Kondisi kehamilan patologis tentu tidak diinginkan terjadi dan harus dihindari karena dampaknya yang bisa jadi menghalangi kehamilan berjalan normal.

  1. Hiperemesis Gravidarum
Mual dan muntah atau morning sickness merupakan keadaan yang umum pada ibu hamil. Namun ketika berlangsung parah hingga lebih dari 10X dalam 24 jam tentu menjadi kondisi yang berbahaya. Keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum merupakan kondisi yang termasuk contoh kehamilan patologis. Beberapa gejala yang menujukan ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum seperti tenggorokan yang kering, munculnya tanda dehidrasi, timbul ikterus dan gangguan sarah, serta berat badan ibu hamil yang turun drastis.
  1. Preeklampsia dan eklampsia
Preeklampsia merupakan kondisi awal sebelum terjadinya eklampsia yang menjadi kondisi patologis kehamilan yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Preeklampsia dapat terjadi karena tiga faktor yakni hipertensi,  adanya kandungan protein dalam urin, dan munculnya bengkak pada bagian tubuh tertentu. Kondisi preeklampsia akan berkembang menjadi eklampsia bila tidak ditangani dengan gejala kejang atau koma.
  1. Pendarahan ante partum
Pendarahan ante partum merupakan pendarahan yang terjadi pravaginum atau dari dalam vagina dengan jumlahnya yang cukup banyak (> 22 mg). Pendarahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal seperti wanita perokok aktif, hipertensi, riwayat solusio plasenta, dan wanita yang sudah pernah melahirkan bayi hidup sebanyak lebih dari dua kali. Pendarahan pravaginum menyebabkan terjadinya keguguran pada ibu hamil terutama di awal kehamilan.
  1. Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik adalah kondisi dimana janin berkembang diluar rahim atau biasanya pada bagian tuba falopi. Faktor penyebabnya tidak banyak diketahui namun kebanyakan karena kondisi kelainan pada bagian organ reproduksi wanita. Kehamilan ektopik dapat dikenali melalui beberapa ciri seperti munculnya rasa nyeri dan pendarahan pada vagina, amenore, kondisi nyeri yang muncul tiba tiba sehingga menyebabkan ibu hamil syok atau pingsan.
  1. Mola hidatidosa
Mola hidatidosa atau hamil anggur dimana terjadinya pertumbuhan chorionic villi (jonjotan/gantungan) berupa gelembung pada rahim ibu hamil. Mola hidatidosa terjadi akibat kelainan pertumbuhan pada calon plasenta disertai dengan degenerasi kistik villi dan perubahan hidropik. Kehamilan mola hidatidosa merupakan kondisi kelainan yang menyebabkan munculnya tumor jinak akibat abnormalnya pertumbuhan bakal janin sehingga harus diatasi dengan menghilangkan tumor tersebut baik melalui kuretase maupun tindakan medis lainnya.
  1. Gangguan pada plasenta
Kondisi lain yang menjadi contoh kehamilan patologis adalah adanya gangguan pada plasenta dan cairan amonion. Beberapa kondisi yang dapat menjadi bagian dari gangguan pada plasenta diantaranya polihidramnion atau cairan yang terlalu banyak (lebih dari 2000 ml), oligohiramnion atau kondisi dimana cairan plasenta kurang dari 500 ml, serta kondisi kelainan plasenta lainnnya seperti tumor plasenta, insufisiensi palsenta, infark plasenta, dan lain sebagainya.
Kehamilan patologis merupakan keadaan yang lebih banyak membutuhkan penanganan lebih secara medis dan tentu menjadi hal yang pastinya ingin dihindari oleh ibu hamil. Ada banyak dampak buruk dari munculnya kondisi kehamialan patologis mulai dari keguguran hingga kematian ibu hamil.




Sumber klik disini