WASPADA!!! Wanita dengan Kondisi ini Dilarang Minum Pil KB

hellosehat.com



Pil KB adalah metode kontrasepsi yang paling difavoritkan wanita karena kemudahan cara pakainya dan kemanjurannya mencegah kehamilan. Namun ternyata, tidak semua wanita boleh minum pil KB. Siapa saja yang tidak boleh, dan apa alasannya? Sebelum mulai pakai kontrasepsi, sebaiknya Anda konsultasi dulu ke dokter kandungan apakah pil KB benar-benar tepat dan aman untuk Anda.

  • Migrain

Pil KB dapat meningkatkan risiko stroke iskemik pada wanita pengidap migrain yang disertai aura. Ini karena pil KB mengandung estrogen sintetik yang disebut ethinyloestradiol. Peningkatan kadar estrogen dalam tubuh menjadi pemicu munculnya stroke iskemik.
Risikonya memang kecil, tapi bukan berarti mustahil. Maka jika Anda punya migrain dan sedang berniat untuk mulai pakai kontrasepsi, pertimbangkan metode yang lain seperti KB spiral. Jika tetap ingin minum pil KB, dokter mungkin menyarankan pil KB mini yang hanya mengandung progesteron dosis rendah. Pil mini dilaporkan cenderung lebih aman.
  • Berusia Lebih Dari 40 Tahun

Dikutip dari Verywell Health, wanita berusia 40 tahun ke atas berisiko tinggi untuk mengalami penggumpalan darah ketika menggunakan pil KB yang mengandung estrogen. Dari 100 ribu wanita usia 40-an yang minum pil KB estrogen, kira-kira 100 di antaranya mengalami penggumpalan darah.
Selain itu, risiko Anda mengalami penyumbatan arteri akibat bekuan darah ini meningkat 2 kali lipat akibat minum pil KB. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter mengenai alternatif kontrasepsi mana yang lebih aman untuk Anda.
  • Perokok Aktif

Wanita perokok tidak boleh minum pil KB karena meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk komplikasinya seperti stroke dan serangan jantung. Apalagi jika Anda merokok dan sudah memasuki usia 40 tahun. Risikonya bisa meningkat berkali-kali lipat.
Jika Anda berniat untuk pakai kontrasepsi, umumnya dokter menyarankan Anda untuk lebih dulu mulai berhenti merokok demi menghindari risiko tersebut. Dokter mungkin akan mencarikan alternatif metode KB yang lebih aman setelahnya.
  • Riwayat Penggumpalan Darah

Kandungan estrogen dalam pil KB dapat mengganggu proses pembekuan darah. Dikutip dari WebMD, penelitian menunjukkan bahwa pil KB meningkatkan peluang Anda terkena gangguan pembekuan darah sekitar 2-6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak pakai alat kontrasepsi.
Risiko ini dapat meningkat terutama jika Anda sudah memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia, sejak sebelum memutuskan ingin pakai pil KB.
  • Kanker Payudara

Mengutip berbagai penelitian, penggunaan rutin pil KB dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Apalagi jika Anda memiliki keturunan kanker payudara dan memiliki sel abnormal di payudara. Maka risiko Anda jauh lebih tinggi. Bahkan, konsumsi pil KB dosis tinggi juga dapat meningkatkan risiko kekambuhan pada mantan pengidap kanker payudara.



Sumber klik disini